PANDUAN PRAKTIS DATA PABRIK — NIREMISI Versi 1.2.1 | 22 Oktober 2026 BAHAN BAKU TANPA EPD EPD yang dimaksud pada bagian bahan adalah EPD bahan yang dibeli dari pemasok, bukan EPD produk jadi Anda. Produk jadi tidak harus memiliki EPD untuk memakai kalkulator. Jika bahan tidak memiliki EPD, minta laporan jejak karbon bahan kepada pemasok. Alternatifnya, gunakan faktor dari sumber data LCA, publikasi teknis, atau penelitian yang dapat ditelusuri dan sesuai jenis bahan, proses, wilayah, tahun, metode, serta cakupan pembuatan bahan hingga keluar dari pabrik pemasok. Catat jika menggunakan data rata-rata. Contoh FIKTIF tanpa EPD: faktor 0,4 kg CO2e per kg bahan berarti pilih kg, isi jumlah acuan 1, dan emisi acuan 0,4. Pemakaian 250 kg menghasilkan 100 kg CO2e. Faktor 0,4 hanya contoh, bukan faktor resmi. Jika belum ada data yang sesuai, pilih Belum ada data pada bagian bahan baku. Lanjutkan bagian lain yang datanya tersedia. Hasil sementara belum mencakup emisi bahan baku; bahan tanpa EPD bukan berarti bebas emisi. Jangan isi nol atau memilih Tidak digunakan hanya karena tidak ada EPD. Metode GWP dapat disalin dari dokumen faktor non-EPD. Jika belum ditemukan atau belum dipastikan kesesuaiannya, gunakan pilihan metode belum diketahui. PRINSIP DASAR Anda mengukur jumlah pemakaian di pabrik. Angka emisi per satuan pemakaian diambil dari sumber data yang sesuai. Contoh: meter listrik memberi angka kWh, bukan kg CO2e. Jumlah kWh dikalikan faktor emisi listrik untuk memperkirakan kg CO2e. Untuk pendekatan ini, Anda tidak perlu mengukur seluruh gas secara langsung. Sensor CO2 ruangan dalam ppm tidak mengukur jejak karbon produk. 1. METODE GWP: SALIN DARI DOKUMEN GWP adalah ukuran dampak pemanasan gas rumah kaca dibandingkan dengan karbon dioksida. GWP100 memakai jangka waktu penilaian 100 tahun. Angka 100 tidak berarti pabrik harus mencatat produksi selama 100 tahun, umur produk 100 tahun, atau EPD berlaku 100 tahun. Cara mengisi: buka EPD atau dokumen faktor, cari bagian metode/impact assessment/GWP, lalu salin nama metode, jangka waktu, dan versinya. Jangan memilih versi metode berdasarkan perkiraan sendiri. Jika menggunakan beberapa sumber, periksa kesesuaian metodenya. Alat: tidak ada alat ukur khusus; diperlukan dokumen sumber dan keterangan penyedia data. Jika belum jelas, centang “Saya belum menemukan atau memastikan kesesuaian metode GWP”. Kalkulator akan menghitung sementara dan mencantumkan peringatan pada layar, CSV, dan laporan cetak. Pilihan ini tidak memeriksa atau menyamakan metode secara otomatis. Jika faktor sudah dalam kg CO2e, jangan mengalikannya dengan GWP sekali lagi. Konversi memakai GWP diperlukan ketika data masih berupa massa suatu gas, misalnya kg gas pendingin tertentu; pekerjaan ini perlu data jenis gas dan metode yang sesuai. 2. JUMLAH ACUAN EPD: DASAR ANGKA EMISI PEMASOK Cari istilah “Declared unit” pada dokumen EPD. Angka ini menjelaskan untuk berapa banyak bahan nilai emisi dilaporkan. - Tertulis 1 kg: pilih kg dan isi jumlah acuan 1. - Tertulis 1 ton: pilih kg dan isi jumlah acuan 1000. - Tertulis 1 m3: pilih m3 dan isi jumlah acuan 1. Alat: tidak ada alat ukur; salin dari dokumen. Ini bukan jumlah produksi pabrik Anda. Jumlah bahan yang digunakan di pabrik diisi pada kolom yang berbeda, berdasarkan timbangan atau catatan pemakaian bahan. Samakan satuan jumlah bahan dan jumlah acuan. Mengubah kg menjadi m3 memerlukan massa jenis bahan yang sesuai, bukan sekadar mengganti nama satuan. Untuk EPD bahan bangunan, cari nilai GWP-total pada tahap pembuatan bahan A1–A3. Jika A1, A2, dan A3 terpisah, jumlahkan satu kali. Jika sudah ada nilai gabungan A1–A3, gunakan nilai itu. Jangan menjumlahkan seluruh tahap A–D, dan jangan memakai GWP-fossil saja sebagai GWP-total. Contoh FIKTIF: EPD bahan menyatakan 100 kg CO2e untuk 1.000 kg bahan. Anda memakai 250 kg bahan. Isi jumlah bahan 250, satuan kg, jumlah acuan 1000, dan emisi acuan 100. Emisi bahan = 250 / 1000 x 100 = 25 kg CO2e. Nilai 100 pada contoh bukan faktor resmi bahan tertentu. Jika EPD memakai “Functional unit” yang menyertakan fungsi, kinerja, atau masa pakai, jangan langsung menghapus informasi tersebut; periksa kecocokannya dengan petugas yang memahami LCA. 3. FAKTOR EMISI: ANGKA PENGALI DARI SUMBER DATA “kg CO2e” adalah satuan hasil emisi, bukan nama alat ukur. - kg CO2e/kWh: emisi untuk setiap kWh listrik. - kg CO2e/liter: emisi untuk setiap liter bahan bakar, sesuai cakupan faktor. - kg CO2e/ton-km: emisi untuk membawa satu ton barang sejauh satu kilometer. - kg CO2e/kg limbah: emisi untuk mengolah setiap kg limbah, sesuai prosesnya. Faktor tidak diperoleh hanya dengan menimbang barang. Minta kepada pemasok/penyedia layanan atau gunakan sumber faktor yang dapat ditelusuri dan sesuai dengan proses, lokasi, tahun, satuan, serta metode. Sumber pemerintah luar negeri tidak otomatis mewakili kondisi Indonesia. Faktor pembangkitan listrik atau pembakaran bahan bakar saja juga belum mencakup seluruh proses penyediaan energi. Periksa apakah sumber menyatakan CO2 saja atau CO2e; jangan menyamakan keduanya tanpa penjelasan. Jika belum ada faktor yang sesuai, tandai bagian “Belum ada data”. Nol berarti emisinya memang nol menurut sumber, bukan pengganti data yang hilang. 4. APA YANG DIUKUR DI PABRIK? Bahan baku dan kemasan - Alat/bukti: timbangan lantai, jembatan timbang, atau catatan pengeluaran gudang yang dapat diperiksa. - Cara: catat bahan yang benar-benar masuk ke proses untuk produk tersebut selama periode yang dipilih. Kurangi berat wadah. Masukkan juga bahan yang kemudian terbuang selama proses. - Hindari: menyalin seluruh pembelian sebagai pemakaian jika masih ada persediaan. Hasil produksi - Alat/bukti: timbangan produk jadi, catatan jumlah unit, atau catatan volume produksi. - Cara: gunakan produk yang lolos pemeriksaan mutu pada periode yang sama. Jangan memasukkan produk gagal ke jumlah hasil produksi. Listrik - Alat/bukti: meter kWh khusus lini produksi; tagihan listrik jika cakupannya sesuai. - Cara: pemakaian = angka meter akhir − angka meter awal. Contoh 12.500 − 12.000 = 500 kWh. - Hindari: memasukkan kW sebagai kWh, nominal rupiah, atau seluruh listrik pabrik untuk satu produk. - Jika beberapa produk memakai listrik bersama: utamakan pengukuran khusus. Jika harus membagi data, gunakan dasar yang sesuai proses, misalnya jam operasi dan beban mesin terukur. Catat asumsi. Pembagian berdasarkan berat produk tidak selalu sesuai. - Contoh FIKTIF: 500 kWh x 0,5 kg CO2e/kWh = 250 kg CO2e. Faktor 0,5 bukan faktor listrik Indonesia. Bahan bakar - Alat/bukti: meter aliran, catatan pengisian dan persediaan, atau timbangan sesuai jenis bahan bakar. - Cara: catat pemakaian sebenarnya. Dalam sistem sederhana tanpa perpindahan lain: persediaan awal + penerimaan − persediaan akhir = pemakaian. Sesuaikan jika ada retur, transfer, kebocoran, atau penggunaan lain. - Hindari: menganggap seluruh pembelian sudah digunakan atau mengubah liter menjadi kg tanpa data massa jenis yang sesuai. Pengiriman bahan dari pemasok ke pabrik - Alat/bukti berat: timbangan, bukti timbang, atau surat jalan yang dapat diperiksa. Gunakan berat bersih bahan, bukan berat truk beserta muatannya. - Alat/bukti jarak: catatan pengemudi, GPS, atau odometer. Peta rute boleh menjadi perkiraan dengan catatan asumsi; gunakan rute angkutan, bukan jarak garis lurus. - Cara: buat baris terpisah untuk rute atau jenis angkutan berbeda. Kaitkan pengiriman dengan bahan yang digunakan pada periode perhitungan, termasuk bila bahan berasal dari persediaan sebelumnya. - Contoh FIKTIF: berat 2.000 kg, jarak 50 km, faktor 0,1 kg CO2e/ton-km. Hasil = 2000 / 1000 x 50 x 0,1 = 10 kg CO2e. - Faktor 0,1 bukan faktor semua truk. Periksa jenis kendaraan, bahan bakar, muatan, dan perjalanan yang dicakup sumber. - Jangan otomatis menggandakan jarak pulang-pergi jika perjalanan kosong sudah tercakup faktor. Jangan memasukkan faktor per kendaraan-km atau per liter ke kolom per ton-km. Air - Alat/bukti: meter air atau catatan volume yang sesuai. - Cara: selisih meter awal dan akhir dalam m3. Gunakan bagian untuk produk yang dihitung. Limbah produksi - Alat/bukti: timbangan dan bukti penyerahan kepada pengolah limbah. - Cara: pisahkan jenis limbah dan proses pengolahannya. Kurangi berat wadah. Untuk air limbah, gunakan volume sesuai satuan faktor yang tersedia. - Hindari: memasukkan kg limbah langsung sebagai kg CO2e atau menghitung kembali emisi pembuatan bahan. Emisi proses kimia dan kebocoran gas pendingin - Data: laporan pemantauan, neraca bahan, atau perhitungan petugas teknis sesuai proses. - Untuk gas pendingin: catat jenis gas, pengisian, pemulihan, dan persediaan. Timbangan tabung membantu menentukan massa; seluruh isi tabung atau seluruh pengisian tidak otomatis menjadi kebocoran. - Petugas teknis menghitung massa gas yang terlepas dan mengubahnya menjadi kg CO2e dengan GWP yang sesuai. - Alat deteksi kebocoran menunjukkan adanya kebocoran, tetapi belum tentu mengukur total massa yang terlepas. - Sensor CO2 ruangan dalam ppm tidak bisa langsung menjadi kg CO2e produk. Pengukuran emisi langsung membutuhkan metode, laju alir, waktu, dan perhitungan yang sesuai. 5. LANGKAH PENERAPAN SEDERHANA 1. Pilih satu produk dan satu periode produksi yang dapat ditelusuri. 2. Tentukan penanggung jawab data gudang, produksi, energi, dan pengiriman. 3. Catat angka meter awal, persediaan, dan identitas alat. 4. Simpan catatan harian bahan, energi, limbah, hasil produksi, dan surat jalan. 5. Catat angka akhir; periksa satuan dan pembagian penggunaan bersama. 6. Minta faktor emisi dan dokumen sumber dari pemasok/penyedia data. 7. Isi kalkulator; tandai data yang belum tersedia; unduh hasil beserta keterbatasannya. Gunakan alat yang diperiksa atau dikalibrasi sesuai kebutuhan. Catatan minimal: tanggal, produk, jumlah, satuan, nomor alat/sumber bukti, dan nama pencatat. Permintaan kepada pemasok dapat berbunyi: “Mohon EPD atau data emisi untuk bahan ini, termasuk jumlah acuan, GWP-total tahap pembuatan bahan, metode dan versinya, tahun, serta dokumen sumber.” SUMBER RUJUKAN GHG Protocol — data aktivitas dan faktor emisi: https://ghgptechassistance.zendesk.com/hc/en-us/articles/37790958151700-How-do-I-calculate-emissions GHG Protocol — Product Standard, pengumpulan data dan penilaian kualitas: https://ghgprotocol.org/product-standard GHG Protocol — tabel GWP dan jangka waktu penilaian: https://ghgprotocol.org/sites/default/files/2024-08/Global-Warming-Potential-Values%20(August%202024).pdf SIJ, produsen baja — membaca nilai GWP-total dalam EPD: https://www.sij.si/en/news/how-to-find-the-carbon-footprint-of-a-product-in-an-epd Ditjen Ketenagalistrikan ESDM — publikasi faktor emisi ketenagalistrikan: https://gatrik.esdm.go.id/frontend/download_index/?kode_category=emisi_pl Pemerintah Inggris — kumpulan faktor emisi pelaporan: https://www.gov.uk/government/collections/government-conversion-factors-for-company-reporting Periksa kesesuaian setiap sumber sebelum digunakan. Tautan ini tidak berarti faktor di dalamnya otomatis sesuai untuk produk Anda atau bahwa plugin disahkan oleh penerbit sumber. KETERBATASAN Panduan ini membantu pengumpulan data untuk estimasi awal. Hasil bukan EPD atau sertifikasi. Penilaian LCA yang lebih rinci dan pemeriksaan independen tetap diperlukan sesuai tujuan penilaian dan program EPD. Tidak ada faktor resmi yang dimasukkan otomatis oleh plugin.