NIREMISI / UNTUK PRODUSEN

Perkirakan emisi karbon produk Anda

Hitung perkiraan emisi dari bahan baku, pengiriman bahan baku ke pabrik, dan proses produksi. Hasil ditampilkan dalam kg CO₂e (kilogram karbon dioksida ekuivalen), yaitu satuan untuk menyatakan dampak berbagai gas rumah kaca.

Estimasi kasar · dari bahan baku hingga produk selesai dibuat

Cara mengisi kalkulator

Apakah bahan baku harus punya EPD? Tidak. EPD adalah dokumen deklarasi lingkungan produk. Pada bagian bahan baku, yang dimaksud ialah EPD untuk bahan yang Anda beli dari pemasok, misalnya semen atau baja. Produk jadi Anda sendiri tidak harus sudah memiliki EPD untuk memakai kalkulator ini. Jika bahan tidak memiliki EPD, gunakan data emisi bahan dari sumber lain yang sesuai; petunjuknya tersedia pada bagian bahan baku.

  1. Tentukan periode produksi. Misalnya, produksi selama Oktober 2026. Isi jumlah produk yang layak digunakan atau dijual pada periode tersebut.
  2. Siapkan data untuk produk dan periode yang sama. Catat bahan yang digunakan, berat dan jarak pengiriman bahan ke pabrik, pemakaian energi, serta limbah produksi.
  3. Masukkan faktor emisi dari sumber Anda. Faktor emisi adalah angka yang menunjukkan emisi untuk setiap satuan bahan, energi, atau kegiatan. Untuk bahan, angka ini dapat berasal dari EPD bahan baku, laporan jejak karbon pemasok, atau sumber faktor emisi bahan yang sesuai. Kalkulator tidak menyediakan faktor resmi secara otomatis.
  4. Periksa data, lalu hitung. Jika data belum tersedia, pilih “Belum ada data”. Bagian tersebut tidak dianggap bernilai nol dan hasil akan ditandai sebagai belum lengkap.

Ingin mencoba dahulu? Gunakan tombol Lihat contoh fiktif di bawah formulir. Angka contoh hanya untuk latihan.

Penjelasan EPD, faktor emisi, dan rumus

Jika bahan baku memiliki EPD: gunakan EPD untuk bahan yang dibeli dari pemasok. Ambil nilai GWP-total (total dampak pemanasan global) yang mencakup pembuatan bahan hingga keluar dari pabrik pemasok. Catat sumber, tahun, wilayah, dan proses yang dicakup. Kalkulator tidak membaca angka dari dokumen EPD secara otomatis.

Jika bahan baku tidak memiliki EPD: minta laporan jejak karbon bahan kepada pemasok. Alternatifnya, gunakan faktor emisi dari sumber data penilaian siklus hidup (LCA), publikasi teknis, atau penelitian yang dapat ditelusuri dan sesuai jenis bahan, proses, wilayah, tahun, metode, serta tahap pembuatan bahan hingga keluar dari pabrik pemasok. Data rata-rata harus dicatat sebagai perkiraan, bukan dianggap mewakili pemasok secara pasti.

Jika belum ada data emisi yang sesuai: pilih “Belum ada data” pada bagian bahan baku. Anda dapat menghitung bagian lain yang datanya tersedia, tetapi hasilnya hanya jumlah sementara dan belum mencakup emisi bahan baku. Bahan tanpa EPD tidak berarti bebas emisi.

Contoh tanpa EPD, dengan angka fiktif: sumber faktor menyebut 0,4 kg CO₂e per kg bahan. Isi satuan kg, jumlah acuan 1, dan emisi untuk jumlah acuan 0,4. Jika bahan yang dipakai 250 kg, hasilnya 100 kg CO₂e. Angka 0,4 hanya untuk latihan, bukan faktor resmi bahan tertentu.

Jumlah acuan dalam EPD: jumlah bahan yang menjadi dasar angka emisi. Contoh: EPD menyatakan emisi untuk 1.000 kg bahan. Isi jumlah acuan dengan 1000 dan nilai GWP-total untuk jumlah tersebut. Rumusnya: jumlah bahan yang digunakan ÷ jumlah acuan × GWP-total. Gunakan satuan yang sama; perubahan dari kg ke m³ memerlukan data massa jenis dan harus dihitung terlebih dahulu.

Pengiriman bahan baku ke pabrik: perjalanan bahan dari pemasok ke pabrik Anda. Rumusnya: berat bahan (kg) ÷ 1.000 × jarak (km) × faktor emisi (kg CO₂e/ton-km). Satu ton-km berarti pengangkutan satu ton barang sejauh satu kilometer. Pilih faktor yang sesuai dengan jenis angkutan, muatan, dan perjalanan, termasuk perjalanan pulang jika tercakup dalam sumber faktor. Pengiriman produk jadi ke proyek tidak dihitung di sini.

Energi, air, dan limbah: jumlah pemakaian atau limbah × faktor emisi dengan satuan yang sama. Contoh: pemakaian listrik dalam kWh dikalikan faktor emisi per kWh. Faktor energi perlu memperhitungkan proses penyediaan energi, bukan hanya pembakaran bahan bakar atau pembangkitan listrik.

Pembagian data bersama: jika listrik atau bahan dipakai untuk beberapa produk, hitung terlebih dahulu bagian yang digunakan untuk produk ini. Masukkan hanya bagian tersebut dan jelaskan cara pembagiannya. Kalkulator tidak membagi penggunaan bersama secara otomatis.

Hindari menghitung emisi yang sama dua kali. Emisi pembuatan bahan sudah tercakup dalam EPD pemasok; jangan menambahkan lagi energi pabrik pemasok. Isi energi untuk proses di pabrik Anda yang belum tercakup. Jumlah bahan mencakup bagian yang terbuang selama produksi dan kemasan yang digunakan. Jangan memasukkan EPD produk jadi Anda lalu menghitung kembali seluruh proses pembuatannya.

Metode penilaian harus sama. Salin metode GWP dan jangka waktunya dari sumber faktor, misalnya GWP100 untuk penilaian selama 100 tahun beserta versi metode IPCC. Jangan mencampur GWP-total dengan GWP-fossil, GWP-GHG, atau metode dan jangka waktu lain tanpa penyesuaian oleh tenaga ahli. Nilai negatif, penyimpanan karbon oleh bahan hayati, penyerapan karbon melalui karbonasi, dan manfaat daur ulang memerlukan penilaian khusus yang tidak didukung kalkulator ini.

Batas perhitungan: A1 adalah bahan baku, A2 adalah pengiriman bahan ke pabrik, dan A3 adalah proses produksi di pabrik. Pengiriman ke proyek dan pemasangan (A4–A5), penggunaan (B), akhir masa pakai (C), serta manfaat atau beban di luar batas penilaian (D) tidak dihitung. Kalkulator belum menerapkan seluruh aturan kategori produk (PCR), termasuk aturan pembagian emisi dan pengabaian proses kecil (cut-off).

Rujukan: GHG Protocol Product Standard dan EPD International. Penyebutan rujukan bukan pengesahan kalkulator oleh organisasi tersebut.

Mulai di pabrik: apa yang dicatat dan alat apa yang digunakan?

Dua jenis data: jumlah pemakaian diukur di pabrik, sedangkan angka emisi per satuannya diambil dari EPD atau sumber faktor emisi. Untuk pendekatan sederhana ini, Anda tidak perlu mengukur semua gas secara langsung.

  1. Pilih satu produk dan satu periode. Misalnya, panel dinding yang dibuat selama Oktober. Catat jumlah produk yang lolos pemeriksaan mutu, bukan jumlah pesanan.
  2. Catat angka meter pada awal dan akhir periode. Selisih meter listrik dalam kWh menunjukkan pemakaian listrik; selisih meter air dalam m³ menunjukkan pemakaian air. Gunakan meter khusus lini produksi jika tersedia. Foto angka, tanggal, dan identitas meter.
  3. Timbang bahan dan limbah. Gunakan timbangan lantai atau jembatan timbang sesuai kapasitas. Kurangi berat wadah. Bahan yang masuk ke proses mencakup bagian yang kemudian terbuang. Cocokkan dengan catatan pengeluaran gudang; jumlah pembelian belum tentu sama dengan jumlah pemakaian.
  4. Catat bahan bakar yang benar-benar terpakai. Gunakan meter aliran, catatan pengisian yang disesuaikan dengan persediaan awal dan akhir, atau penimbangan sesuai jenis bahan bakar. Nota pembelian saja belum membuktikan seluruh bahan bakar sudah dipakai.
  5. Catat setiap pengiriman bahan. Ambil berat bersih bahan dari bukti timbang atau surat jalan yang dapat diperiksa. Ambil jarak rute aktual dari catatan pengemudi, GPS, atau odometer. Jika memakai peta, tulis bahwa jaraknya perkiraan; gunakan rute jalan, bukan garis lurus.
  6. Minta dokumen sumber angka emisi. Hubungi pemasok bahan, penyedia energi, perusahaan angkutan, atau pengolah limbah. Simpan nama dokumen, tahun, satuan, dan proses yang dicakup. Bila faktor belum ada, pilih “Belum ada data”; jangan memakai nol.

Data bersama: jangan membebankan seluruh listrik pabrik ke satu produk. Utamakan pengukuran khusus. Jika pembagian harus diperkirakan, gunakan dasar yang masuk akal untuk prosesnya, misalnya jam operasi dan beban mesin yang terukur; catat asumsi. Pembagian berdasarkan berat produk tidak selalu sesuai.

Kualitas catatan: gunakan alat yang diperiksa atau dikalibrasi sesuai kebutuhannya. Simpan tanggal, produk, jumlah, satuan, nomor alat, bukti pengukuran, dan nama pencatat. Data proses kimia serta kebocoran gas pendingin perlu diperiksa oleh petugas teknis yang memahami prosesnya.

Unduh panduan pencatatan data pabrik (TXT)

Sensor CO₂ ruangan: pembacaan dalam ppm menunjukkan konsentrasi gas di udara. Angka ini tidak bisa langsung dimasukkan sebagai kg CO₂e produk. Pengukuran emisi proses secara langsung memerlukan metode, laju alir, waktu, dan perhitungan yang sesuai.

1. Produk dan periode produksi

Diambil dari dokumen sumber emisi, tidak diukur dengan alat. Dokumen ini bisa berupa EPD bahan baku, laporan jejak karbon pemasok, atau keterangan metode pada sumber faktor emisi lain; tidak harus EPD. Cari bagian “Metode”, “Impact assessment”, atau “GWP”. GWP100 berarti penilaian dampak pemanasan selama 100 tahun, bukan lama produksi atau masa berlaku dokumen. Salin nama metode beserta versinya persis seperti sumber; jangan memilih sendiri. Jika ada beberapa sumber, periksa kesesuaiannya.

Gunakan data untuk produk dan periode produksi yang sama. Jumlah hasil produksi tidak termasuk produk yang rusak atau gagal. Gunakan angka tanpa pemisah ribuan: tulis 1000, bukan 1.000. Desimal boleh memakai titik atau koma; notasi ilmiah seperti 1.2e-3 juga diterima.

2. Data sumber emisi

Untuk setiap bagian, pilih “Dihitung”, “Belum ada data”, atau “Tidak digunakan dalam proses ini”. Pilih “Tidak digunakan” hanya jika sumber emisi tersebut memang tidak ada dalam proses produksi Anda. Isian bertanda * wajib diisi untuk bagian yang dihitung.

3. Catatan dan pemeriksaan data

Perhitungan ini mencakup bahan baku, pengiriman bahan ke pabrik, dan proses produksi. Pengiriman produk jadi ke proyek, pemasangan, penggunaan, dan akhir masa pakai produk belum dihitung. Lihat penjelasan teknis di atas untuk batas lainnya.

Perhitungan dilakukan di peramban Anda. Plugin ini tidak mengirim data melalui surel atau menyimpannya di server. Unduh laporan sebelum meninggalkan halaman.